Kisah Viral Pangsit Le Gino di Gang Sempit yang Antri Belinya bagai Nunggu Giliran Naik Haji


Kisah Viral Pangsit Le Gino di Gang Sempit yang Antri Belinya bagai Nunggu Giliran Naik Haji

Ada yang udah pernah coba makan ini?

Meski di tengah pandemi, pengunjung pangsit Le Gino tetap rela antri hingga malam. Dan mereka bukanlah baru antri di hari itu untuk makan saat itu juga, karena konon untuk pesan makanan di sini harus menunggu berhari-hari.

Memangnya apa itu pangsit Le Gino? Dan bagaimana kisah di baliknya sehingga untuk membelinya saja ngalah-ngalahin antri berobat ke Angga Praja Buana atau nunggu kuota naik haji?

Pangsit Le Gino berpusat di Cengkareng, tepatnya Jl. Kp Utan Bahagia RT 02/RW 04, Cengkareng Timur, Jakarta Barat. Tempatnya pun bukan berupa warung, namun sebuah rumah yang sibuk masak dari dalam hingga luarnya. Bisa sih makan di tempat, namun lokasinya memang tidak begitu nyaman layaknya warung atau restoran. Meski demikian, rasa penasaran pembeli akan kelezatan masakan ini mengalahkan segalanya.

Ada Pak Gino selaku pemilik yang sibuk mengoseng pangsit dengan dibantu asisten yang merupakan saudara dan keluarganya sendiri. Usaha makanan keluarga ini sudah dirintis sejak 8 tahun lalu oleh Pak Gino yang menyebut dirinya Le Gino (Lek Gino). Dan sebelum viral, pangsit Le Gino sendiri sudah melayani banyak pelanggan.

Sebelumnya mereka usaha pangsit biasa, namun karena mendapat masukan dari konsumen yang menyukai pangsit dimasak ala kwetiau, jadilah menu ini menjadi signature dish alias masakan andalan khas Pak Gino.

Khas street food pada umumnya, Lek Gino selaku pemilik menetapkan harga yang sangat ramah di kantong. Untuk satu porsi spesialnya saja hanya Rp20 ribu. Itu pun dengan porsi yang tumpah ruah jika disajikan di atas piring. Inilah salah satu kelebihan Pangsit Le Gino di tengah metropolitan yang harga makanannya kadang bikin kantong kering.

Menurut review dari beberapa food vlogger, sebenarnya masakan ini punya cita rasa ala pangsit yang ditambahkan bumbu dan sayur sederhana hingga rasanya bisa gurih manis dan pedas. Namun, Youtuber Ken and Grat mengungkap salah satu kesan nikmat masakan ini adalah aroma wok atau aroma osengan wajan yang khas. Ditambah dengan komposisi telur, sayur serta cacahan protein hewaninya yang super banyak dan rasanya pecah di mulut saat disantap.

Beberapa food vlogger menceritakan bagaimana mereka harus antri 4 hari, 2 minggu, bahkan sepertinya ke depannya kita perlu menunggu sampai akhir bulan untuk bisa pesan pangsit goreng Le Gino ini. Apalagi semakin viral dan banyak vlogger yang berlomba-lomba mengulas, membuat popularitas makanan ini melejit gila-gilaan dan berdampak pada antrian pesanan.

Tak hanya penduduk Cengkareng dan sekitarnya saja yang mengincar, ada juga pelanggan dari Bandung hingga Lampung yang rela datang langsung ke lokasi. Oleh karena itu, apabila berhasil daftar atau memesan, satu pelanggan bisa pesan sampai 10 porsi demi tidak menyia-nyiakan kesempatan ini.

Agaknya, hal ini ikut berdampak pada rating Pangsit Le Gino di ulasan Google. Beberapa calon pembeli kecewa karena tidak tahu bahwa makanan tidak bisa dipesan on the spot dan kesulitan menghubungi pihak resto melalui media sosialnya. Beberapa food vlogger sampai membuat video resep pangsit goreng ala Le Gino untuk mengobati kekecewaan mereka yang belum bisa menikmati atau memang malas anteri.

Namun tetap saja, pembeli pangsit goreng ini belum berhenti antri dan menyerah. Antrian panjang dan rating masih belum bisa mengalahkan besarnya rasa penasaran mereka, sebab banyak reviewer yang mengaku bahwa rasanya sangat setimpal dengan usaha mereka bersabar menunggu antrian.

Le Gino sendiri dulunya merupakan seorang koki, maka tak heran jika ia piawai memasak dan membuat usaha pangsitnya punya pengelolaan tim yang bagus. Mulai dari pemesanan, belanja dapur, persiapan bahan, sampai masakan tersaji di depan customer.

Mudah-mudahan ke depannya Pangsit Le Gino melakukan ekspansi agar lebih banyak orang bisa menunggu santapan nikmatnya tanpa menunggu terlalu lama ya.

LihatTutupKomentar