Gara gara Kesal Tak Pernah Ditegur, Warga ini Akhirnya Nekat Blokir Jalan Umum dengan Bata


Gara gara Kesal Tak Pernah Ditegur, 

Warga ini Akhirnya Nekat Blokir Jalan Umum dengan Bata

Lantaran kesal karena merasa tak pernah ditegur dan dihargai oleh warga lain, seorang warga di Desa Gading Tanon, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah nekat membangun tembok di tengah jalan.

Akibatnya warga lain tak bisa melintas.

Dalam video yang beredar, terlihat sejumlah warga tengah terlibat adu mulut dengan oknum penutup jalan tersebut. Berikut ulasannya:

Bangun Pagar di Tengah Jalan

Dalam unggahan dalam Instagram @ndorobeii, terlihat sebuah jalan kecil yang ditutup aksesnya menggunakan pagar beton.

Menurut informasi, tanah yang dibeton tersebut masih termasuk bagian dari tanah milik oknum warga penutup jalan.

Hanya saja, tanah tersebut dijadikan sebagai jalan umum masyarakat dan sudah dicor dengan semen menggunakan Dana Desa.

Terlibat Cekcok

Dalam video tersebut, terlihat sejumlah warga di tengahi oleh beberapa anggota polisi terlibat adu mulut dengan oknum penutup jalan.

Mereka terlihat mempertahankan pendapat masing-masing tentang kejadian tersebut.

Oknum warga tersebut mengaku kesal dengan perlakuan warga lain yang dikatakannya tak pernah menegur dan menghargainya.

Komentar Warganet

Setelah videi viral beredar di media sosial, kejadian tersebut pun memicu beragam komentar dari warganet.

“Serba salah pemilik tanah,melas,” kata @handonobagas.

“Padahal bisa jadi ladang pahala tuh,” kaya @storytahugezrot_

“Tanah kakek di Bandung Kota juga sebagian ada yg dijadiin jalan umum, dan ada aja org yg bilang jalannya kurang gede padahal dikasih jalan bisa masuk mobil. Disitu saya mengerti apa yg ibu ini rasakan, ya walaupun jgn tbtb ditutup bu,” komentar @muhdaud45.

“tanah pribadi ya wajar aja,” kata @imamalyudi.

“Kaya mati ntar bisa masuk kuburan sendiri ,inget mati yg ngurus kita pertama kali pasti tetangga , berbagi jalan aja kaga mau,” kata @elanggachandra

“Itu hak yang punya tanah.. kadang perlu melakukan hal ekstrim, agar warga di lingkungannya ‘peka’,” tulis @satriadepe. Merdeka

LihatTutupKomentar