Jangan Beli Minyak Goreng dengan Ciri Ini! Kelihatannya Jernih Tapi Jadi Malapetaka


Jangan Beli Minyak Goreng dengan Ciri Ini! 

Kelihatannya Jernih Tapi Jadi Malapetaka

Jangan pernah beli minyak goreng dengan ciri-ciri ini, ya.

Memang jernih kelihatannya, tapi ternyata efeknya buruk banget.

Tahukah kamu kalau minyak goreng yang kamu gunakan di rumah itu belum tentu aman? 

Ya, ternyata kini banyak pedagang nakal yang menjual produk minyak goreng tak layak konsumsi.

Jangan terkecoh dengan tampilannya yang jernih. 

Soalnya, kadang minyak goreng bisa saja mengadung bahan berbahaya walau warnanya jernih. 

Karena itu, sebelum beli, ada baiknya Anda memperhatikan ciri-ciri pada minyak goerng berikut ini. 

Hindari membeli minyak goreng dengan ciri-ciri berbahaya ini, ya. 

Jangan Beli Minyak Goreng dengan Ciri Ini

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita berharap mulai Januari 2020 tidak ada lagi distribusi minyak goreng curah.

Hal tersebut dilakukan untuk meningkatkan mutu dan keamanan pangan yang dikonsumsi.

Salah satunya adalah melalui program pengalihan minyak goreng curah ke minyak goreng kemasan.

Minyak goreng curah mengalami satu kali penyaringan, sedangkan minyak goreng kemasan mengalami dua kali penyaringan.

Namun, banyak pedagang nakal yang justru menjual minyak goreng curah hasil olahan minyak jelantah. 

Melansir dari Jurnal Pendidikan Kimia Universitas Negeri Medan (Unimed), perlu diduga bahwa minyak goreng curah yang beredar di pasaran adalah hasil olahan dari minyak jelantah, sehingga kualitasnya pun tidak baik.

Sebab, minyak curah hasil olahan minyak jelantah sudah rusak zat gizi seperti beta-karoten.

Perubahan tersebut juga dapat meliputi hilangnya nutrisi seperti vitamindan mineral.

Minyak goreng curah dengan kondisi-kondisi seperti itu dinilai berbahaya.

Adapun penyakit-penyakit yang dapat disebabkan oleh konsumsi minyak goreng curah, di antaranya adalah memicu kolesterol, diabetes, kanker payudara, keracunan makanan hingga penyakit kardiovaskular.

Karena itu, sebagai konsumen kita patut berhati-hati dan mengenali minyak goreng yang disebut minyak goreng oplosan ini. 

Apa saja ciri-ciriny?

1. Lihat Jernihnya

Minyak jelantah yang dijernihkan tetap saja tidak akan sejernih minyak goreng kelapa sawit baru. 

Jernihnya berbeda. 

Kalau minyak baru, warnanya kuning keemasan. 

Kalau minyak oplosan, warnanya cenderung lebih gelap. 

Tapi belakangan, beberapa pedagang nakal berhasil menemukan cara agar minyak goreng bisa bening banget, tapi beningnya bahkan terlalu muda. 

Jadi, berhati-hati juga dengan minyak goreng yang warnanya justru tak wajar ini. 

2. Lihat Kekentalannya 

Pernah ingat iklan minyak yang bisa diminum? 

Ya, minyak goreng baru sejatinya cukup encer dan ringan sehingga bisa diminum. 

Tapi, wasapadalah kalau minyak goreng yang Anda beli sudah cukup mengental. 

Soalnya, minyak jelantah biasanya akan makin kental atau pekat semakin lama digunakan. 

Nah, kemungkinananya, walau berhasil dijernihkan, minyak jelantah tetap tak bisa encer lagi seperti baru. 

3. Cium Baunya

Minyak goreng baru tak punya aroma apapun. 

Kalau ada, aromanya pun sangat ringan hingga sulit tercium. 

Tapi, minyak goreng oplosan biasanya punya aroma yang kuat karena sudah pernah digunakan sebelumnya. 

Entah itu amis, gosong atau aroma aneh lainnya.

Coba deh cium lagi minyak yang Anda beli. 

4. Tak Beremerk

Satu lagi faktor yang penting adalah membeli minyak goreng kemasan yang sudah bermerek. 

Soalnya, dengan begitu kita bisa melihat komposisi pada kemasan. 

Minyak goreng dengan merek yang jelas juga pasti sudah terjamin kualitasnya ketimbang minyak goreng curah. 

Ketahuilah, minyak goreng curah yang dikemas dalam plastik itu sebenarnya berbahaya kalau terkena paparan sinar atau matahari, lo. 

Soalnya, plastik tidak bisa menahan oksidasi pada minyak sehingga kandungan di dalam minyak bisa berubah jadi makin berbahaya. 

LihatTutupKomentar